Selasa, 15 Desember 2015

pantai carita


Pantai Carita Pandeglang Wisata Banten

Pantai Carita Pandeglang Wisata Banten
Pantai Carita Pandeglang Wisata Banten. Bagi anda pecinta wisata pantai, tentunya tidak asing dengan pantai yang ada di wilayah Banten. Khususnya wisata pantai dibagian barat Banten yang  tidak terlalu jauh serta mudah diakses dari Jakarta atau Tangerang. Pantai Anyer, Pantai Karang Bolong, Pantai Carita, Pantai Tanjung Lesung adalah beberapa pantai di wilayah Banten yang terdapat di bagian barat pulau Banten. Pantai-pantai tersebut banyak menjadi tujuan wisatawan untuk berlibur, menyegarkan diri dan melupakan kepenatan yang pekerjaan pada akhir pekan. Jarak yang yang dekat serta akses yang mudah menjadi salah satu keunggulan pantai-pantai tersebut. Fasilitas yang tersedia di wilayah pantai-pantai tersebut pun sangat menunjang untuk pariwisata sehingga wisatawan dapat berlibur dan berwisata tanpa khawatir fasilitas yang buruk.
Wisata pantai yang kali ini akan dibahas adalah wisata pantai Carita. Bagi anda yang biasa berwisata pantai di Banten tentunya tidak asing dengan nama pantai Carita. Ya, pantai ini terletak tidak jauh dari pantai Anyer yang terkenal itu. Pantai ini letaknya strategis, terletak di Jalan Raya Pandeglang-Labuan kecamatan Carita kabupaten Pandeglang Banten. Karena letaknya yang tidak jauh dari Ibukota, pantai ini merupakan wilayah pariwisata yang banyak dikunjungi wisatawan lokal ataupun wisatawan mancanegara khususnya pada akhir pekan. Pasca kejadian tsunami yang menimpa Aceh, wilayah pantai Carita sempat mengalami penurunan pengunjung karena khawatir akan terjadi hal serupa di pantai carita. Namun seiring berjalannya waktu, pantai ini kembali ramai dikunjungi. Jangan kaget bila pada akhir pekan anda akan menemukan kepadatan kendaraan di wilayah pantai ini.
Pantai Carita Pandeglang Wisata Banten
Kawasan pantai carita sendiri terdiri dari banyak pantai-pantai. Beberapa dikelola oleh penduduk sekitar, beberapa lagi dikelola oleh perusahan dan didirikan hotel atau cottage mewah diatasnya. Secara umum, anda akan disuguhi pemandangan hamparan pasir yang lembut dan air laut yang berombak kecil. Aroma laut yang khas berpadu sempurna dengan pepohonan rindang di tepian pantai. Suasana yang tepat untuk berlibur. Karena letaknya yang dekat dengan selat sunda, dari kejauhan akan nampak pemandangan anak gunung krakatau yang kokoh berdiri.
Di wilayah pantai carita, mayoritas pantainya berpasir bukan karang sehingga anda dapat bermain-main dengan pasir dan air. Ombaknya yang tidak sebesar pantai di wilayah selatan membuat anda tidak perlu terlalu khawatir, ditambah lagi adanya penjaga pantai di beberapa pantai yang siap siaga menjaga keamanan pengunjung. Tidak itu saja, di pantai carita juga terdapat fasilitas seperti banana boat dan jetski yang mematok tarif sekitar Rp 25.000-Rp 50.000 untuk banana boat dan Rp 75.000-Rp 100.000 untuk jetski. Lupa membawa pelampung? Jangan khawatir, di pantai ini juga ada penyewaan ban pelampung yang cukup terjangkau. Anda hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp 10.000 hingga Rp 15.000 untuk menyewanya. Ketika lapar menyerang dan anda tidak membawa bekal, jangan takut karena banyak rumah makan yang tersedia di pantai ini. Mayoritas menyediakan hidangan laut. Jangan sungkan untuk bertanya tentang harga makanan, karena kebanyakan rumah makan tidak mencantumkan daftar harga pada menu mereka.
Pantai Carita Pandeglang Wisata Banten
Fasilitas lain seperti penginapan, MCK, mini market, warung, dll banyak tersedia di sekitar pantai carita. Jadi anda bisa tenang berlibur tanpa harus terlalu repot mempersiapkan segala sesuatu. Jika anda ingin membeli oleh-oleh, di pantai carita juga banyak tersedia kios-kios yang menyediakan oleh-oleh khas pantai carita. Mulai dari baju hingga hiasan yang terbuat dari kulit kerang tersedia di kios oleh-oleh.
Untuk mencapai pantai carita dari Jakarta/Tangerang anda dapat melalui jalan tol Jakarta-Merak dan keluar gerbang tol Cilegon dan selanjutnya mengikuti petunjuk arah untuk menuju pantai carita. Bila anda tidak lewat tol, ikuti Jalan Raya Jakarta-Serang dan ambil arah Cilegon. Sesampainya di Cilegon anda dapat mengikuti petunjuk jalan menuju pantai Carita. Bila kepadatan jalur terjadi, anda boleh mencoba jalur alternatif menuju pantai Carita melalui Serang, Palima, Ciomas, Padarincang, Cinangka. Tidak disarankan memakai jalur alternatif pada malam hari. Secara keseluruhan, pantai Carita sangat tepat untuk liburan singkat melepaskan diri sejenak dari kejenuhan. Jaraknya yang tidak terlalu jauh dan akses yang mudah membuatnya menjadi pilihan tepat untuk liburan singkat.

kabupaten pandeglang


KABUPATEN PANDEGLANG


Kabupaten Pandeglang, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Banten, Indonesia. Ibukotanya adalah Pandeglang. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Serang di utara, Kabupaten Lebak di Timur, serta Samudra Indonesia di barat dan selatan. Wilayahnya juga mencakup Pulau Panaitan (di sebelah barat, dipisahkan dengan Selat Panaitan), serta sejumlah pulau-pulau kecil di Samudra Hindia, termasuk Pulau Deli dan Pulau Tinjil. Semenanjung Ujung Kulon merupakan ujung paling barat Pulau Jawa, dimana terdapat suaka margasatwa tempat perlindungan hewan badak bercula satu yang kini hampir punah.
Pusat perekonomian Kabupaten Pandeglang terletak di dua kota yakni Kota Pandeglang dan Labuan. Sebagian besar wilayah Kabupaten Pandeglang merupakan dataran rendah dan dataran bergelombang. Kawasan selatan terdapat rangkaian pegunungan. Sungai yang mengalir diantaranya Sungai Ciliman yang mengalir ke arah barat, dan Sungai Cibaliung yang mengalir ke arah selatan.
A. Sekilas Sejarah Pandeglang
Menurut Staatsblad Nederlands Indie No. 81 tahun 1828, Keresidenan Banten dibagi tiga kabupaten: Kabupaten Utara yaitu Serang, Kabupaten Selatan yaitu Lebak dan Kabupaten Barat yaitu Caringin.
Kabupaten Serang dibagi lagi menjadi 11 (sebelas) kewedanaan. Kesebelas kewedanaan tersebut yaitu: Kewedanaan Serang (Kecamatan Kalodian dan Cibening), Kewedanaan Banten (Kecamatan Banten, Serang dan Nejawang), Kewedanaan Ciruas (Kecamatan Cilegon dan Bojonegara), Kewedanaan Cilegon (Kecamatan Terate, Cilegon dan Bojonegara), Kewedanaan Tanara (Kecamatan Tanara dan Pontang), Kewedanaan Baros (Kecamatan Regas, Ander dan Cicandi), Kewedanaan Kolelet (Kecamatan Pandeglang dan Cadasari) Kewedanaan Ciomas (Kecamatan Ciomas Barat an Ciomas Utara) dan Kewedanaan Anyer (tidak dibagi kecamatan).
Menurut sejarah, pada tahun 1089 Banten terpaksa harus menyerahkan wilayahnya yaitu Lampung kepada VOC (Batavia). Saat itu Banten dipimpin oleh Sultan Muhamad menyusun strategi untuk melawan kekuasaan VOC. Sultan Muhamad menjadikan Pandeglang ( bagian kawedanan Kolelet pada waktu itu ) sebagai wilayah untuk menyusun kekuatan. Kekuatan kesultanan dipencar kepelosok Pandeglang seperti di kaki gunung Karang dan di pantai.
Pandeglang dalam percaturan sejarah kesultanan Banten telah terbukti merupakan daerah yang strategis. Hal ini bisa terlihat dari berbagai peninggalan sejarah yang terdapat di wilayah Pandeglang. Semua itu bukan hanya membekas pada benda yang berwujud, tapi juga membekas pada kultur kehidupan masyarakat Pandeglang.
Peninggalan sejarah kesultanan Banten masih nampak terlihat dari seni budaya yang ada di Pandeglang. Misalnya saja, Pandeglang merupakan Kota Santri dan Pandeglang terkenal dengan daerah yang historis, patriotis dan agamis. Julukan ini tidak serta merta timbul dengan sendirinya, akan tetapi merupakan bentangan sejarah telah mencatatnya.
Saat ini Pandeglang tetap merupakan wilayah yang strategis di wilayah Provinsi Banten. Sejarah kembali mencatat, Pandeglang dengan tokoh-tokoh masyarakatnya memberi andil besar dalam pembentukan Provinsi Banten. Sejarah Pandeglang mencatat juga, bahwa saat dipimpin oleh Bupati H. A. Dimyati Natakkusumah, Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri dan Swasta di Kabupaten Pandeglang Bebas Biaya Sekolah dan pada tahun 2007 pembangunan sarana pendidikan dibangun dengan menggunakan rangka baja. Kembali kepada sejarah terbentuknya Kabupaten Pandeglang sejak tanggal 1 April 1874, tanah-tanah gubernur kecuali Bativia dan Keresidenan Priangan telah Banten telah ditentukan, bahwa:
a. Jabatan Kliwon pada Bupati dan Patih dari Afdeling Anyer, Serang dan Keresidenan Banten dihapuskan.
b. Bupati mempunyai pembantu, yaitu mantri Kabupaten dengan gaji 50 gulden.
c. Kepala Distrik mempunyai gelar jabatan wedana dan Onder Distrik mempunyai jabatan Asisten Wedana.
Berdasarkan Staatsblad 1874 NO. 73 Ordonansi tanggal 1 Maret 1874 mulai berlaku 1 April 1874 menyebutkan pembagian daerah, diantaranya Kabupaten Pandeglang dibagi 9 distrik atau kewedanaan. Pembagian ini menjadi Kewedanaan Pandeglang, Baros, Ciomas, Kolelet, Cimanuk, Caringin, Panimbang, Menes dan Cibaliung.
Menurut data tersebut di atas, Pandeglang sejak tanggal 1 April 1874 telah ada pemerintahan. Lebih jelas lagi dalam ordonansi 1877 Nomor 224 tentang batas-batas keresidenan Banten, termasuk batas-batas Kabupten Pandeglang dalam tahun 1925 dengan keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 14 Agustus 1925 nomor XI. Maka jelas Kabupaten Pandeglang telah berdiri sendiri tidak di bawah penguaasaan Keresidenan Banten.
Dari fakta-fakta tersebut di atas dapat diambil beberapa alternatif, yaitu pada tahun 1828 Pandeglang sudah merupakan pusat pemerintahan distrik. Pada tahun 1874 Pandeglang merupakan kabupaten. Pada tahun 1882 Pandeglang merupakan kabupaten dan distrik kewedanaan. Dan pada tahun 1925 kabupaten Pandeglang telah berdiri sendiri. Atas dasar kesimpulan-kesimpulan tersebut di atas, maka disepakati bersama bahwa tanggal 1 April 1874 ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Pandeglang.
BKepemimpinan di Pandeglang
Nama-nama Bupati Caringin/Menes masa jabatan 1827-2907, yaitu R.T. Mandoera Radja Djajanegara (1827-1840), R.T. Wiradidjaja (1840-1849), R.T.Koesoemanegara (1849-1849), R.T.Aria Adipati Soerjanegara (1849-1872), R.T. Dajanegara (1872-1883), R.T. Adipati Koesoemadiningrat (1883-1896), R.T. Soera Adiningrat (1896-1898) dan R. Soeria (1898-1908).
Nama-nama Bupati Pandeglang pada era kemerdekaan, yaitu R.T. Mr. Djoemhana Wiraatmadja (1941-1945), K.H. Tb. Abdoelhalim (1945-1947), Mas Soedibjadjaja (1947-1948), Mas Djaja Rukmantara (1948-1949), Rd. Hola Sukmadiningrat (1949-1956) Rd. Moch. Noch Kartanegara (1956-1957), Rd. Lamri Suriaatmadja (1957-1957), Rd. Muhdas Suria Haminata (1957-1958), Rd. Harun (1958-1959), M. Ebby (1959-1961), Rd. Moch. Sjahra Sastrakusuma (1961-1964), Rd. Akil Achjar Mansjur (1964-1964), Rd. Syamsudin Natadisastra (1964-1968), Drs. Rd. Machfud (1968-1968), Drs. Karna Suwanda (1968-1973), Drs. H. Karna Suwanda (1973-1975), Drs. H. Karna Suwanda (1975-1980), Drs. Suyaman (1980-1985), Drs. H. Suyaman (1985-1990), H.M Zein, BA (1990-1995) Drs. H. Yitno (1995-2000), H.A. Dimyati Natakusumah, SH, MH (2000-2009), Drs. H. Erwan Kurtubi, MM (28 Oktober 2009 s/d November 2010), Asmudji HW memangku jabatan sebagai Penjabat Bupati (November 2010 s/d Maret 2011), dan Drs. H. Erwan Kurtubi, MM (Maret 2011 s/d Sekarang)
Sedangkan Drs. H. Erwan Kurtubi, MM memangku jabatan Bupati Pandeglang dimulai pada Maret 2011 s/d saat ini yang sebelumnya mendapat kepercayaan dari masyarakat melalui pemilihan langsung pertama kali dalam sejarah perpolitikan di Pandeglang sebagai wakil bupati pandeglang pada periode 2005-2009. Beliau merupakan Bupati yang ke 34 secara urutan periode, sedangkan secara berurutan nama merupakan Bupati Pandeglang yang ke 30. Hal ini disebabkan ada beberapa orang bupati yang menjabat lebih dari satu periode kepemimpinan.
Salah satu versi Asal Usul Nama Pandeglang
Di sebuah kerajaan, tinggalah seorang putri raja bernama Putri Arum. Suatu hari, Putri Arum sedang bersedih. Seorang pangeran jahat bernama Pangeran Cunihin datang melamarnya. Meskipun tampan, pangeran itu sangat kejam dan licik. Putri Arum enggan menjadi istrinya.
Lamaran Pangeran Cunihin sangat sulit untuk ditolak. Jika Putri Arum menolak lamarannya, Pangeran Cunihin akan menghancurkan kerajaan tempat tinggalnya. Putri Arum lalu bersemadi meminta petunjuk agar terbebas dari belenggu Pangeran Cunihin.
Dalam semadinya, ia mendapat sebuah petunjuk. Putri Arum harus menenangkan diri di Bukit Manggis. Di bukit itu, akan datang seorang pangeran sakti yang mampu menyelamatkannya.
Setelah sekian lama menunggu, pangeran impian itu tidak kunjung datang. Putri Arum sangat gelisah sebab sebentar lagi Pangeran Cunihin akan datang untuk menikahinya.
Tidak terasa air mata membasahi pipinya. Hancur sudah harapannya. Kini, ia harus menikah dengan seorang pangeran yang sangat kejam.
Tiba-tiba, datanglah seorang kakek mendekatinya. Kakek itu bertanya, “Maaf, siapakah engkau dan mengapa engkau menangis?”
Putri Arum menengadahkan wajahnya. Dilihatnya sosok lelaki tua yang bersahaja itu. Ia lalu menjawab, “Aku Putri Arum. Aku saat ini sedang sedih, Kek. Sebentar lagi aku akan menikah dengan seorang pangeran jahat yang tidak aku cintai.”
“Oh, malang benar nasibmu, Tuan Putri. Kalau hamba boleh tahu, siapakah pangeran jahat itu?” tanya kakek.
“Ia adalah Pangeran Cunihin, Kek,” ujar Putri Arum sesenggukan.
“Lalu, mengapa Tuan Putri berada di bukit ini?” tanya kakek.
Putri Arum menghapus air matanya dan berkata, “Ketika aku sedang bersemadi, aku diberi petunjuk agar menenangkan diri di Bukit Manggis. Kelak akan datang seorang pangeran sakti yang dapat menolongku. Tapi, hingga kini pangeran itu tidak kunjung datang. Sebentar lagi, Pangeran Cunihin pasti akan datang ke istana untuk menikahiku.”
Kakek mendengar cerita Putri Arum seraya mengangguk-anggukkan kepala. Ia merasa iba kepada putri cantik itu.
Putri Arun lalu bertanya, “Maaf Kek, aku terlalu hanyut dengan kesedihanku. Aku sampai lupa menanyakan nama Kakek.”
“Nama hamba Ki Pande . Hamba adalah seorang pembuat gelang. Tuan Putri boleh memanggil hamba Ki Pande,” ujar kakek itu.
Ki Pande lalu melanjutkan,”Maaf Tuan Putri, bolehkan hamba member saran atas masalahmu itu?”
“Silakan, Ki Pande,” ujar Putri Arum.
“Begini Tuan Putri, menurut hamba, sebaiknya Tuan Putri terima saja lamaran itu,” ujar Ki Pande.
“Apa? Menerima lamaran Pangeran Cunihin yang kejam? Tidak Ki Pande, aku tidak akan menikah dengannya. Aku lebih baik mati daripada menjadi istri seorang pangeran yang bengis,” ujar Putri Arum.
“Tenang Tuan Putri, dengarkan saran hamba dulu. Tuan Putri terima saja lamarannya, tapi berikan sebuah persyaratan. Buatlah sebuah yang sangat sulit sehingga mustahil untuk dikabulkan,” ujar Ki Pande.
“Tapi, Pangeran Cunihin sangat sakti. Ia mampu melakukan apa saja,” ujar Putri Arum.
“Baiklah, hamba akan member usul mengenai persyaratan yang harus Tuan Putri ajukan. Mintalah kepadanya untuk dibuatkan lubang pada sebuah batu keramat yang tingginya setara dengan tubuh manusia. Katakan saja kepadanya kalau batu keramat itu akan kalian gunakan untuk berbulan madu. Batu itu harus diselesaikan dalam waktu tiga hari dan diletakkan di pesisir pantai,” ujar Ki Pande.
Ki Pande menambahkan, “Perlu Tuan Putri ketahui, kesaktian seseorang akan hilang jika ia melubangi sebuah batu keramat. Setelah kesaktian Pangeran Cunihin hilang, biar hamba yang akan membereskannya. Untuk menjalankan rencana ini, Tuan Putri harus ikut ke tempat tinggal hamba. Apakah Tuan Putri bersedia?”
“Baiklah Ki Pande, aku bersedia. Terima kasih banyak atas saranmu,” ujar Putri Arum.
Putri Arum pun ikut ke tempat tinggal Ki Pande. Tempat tinggal Ki Pande sangat jauh. Butuh waktu yang cukup lama untuk sampai ke sana. Putri Arum yang tidak biasa berjalan jauh, tampak sangat kelelahan. Tepat ketika sampai di desa tempat tinggal Ki Pande, Putri Arum sudah tidak kuat berjalan lagi dan akhirnya jatuh pingsan.
Para penduduk membantu Ki Pande menolong Putri Arum. Seorang tetua di kampung itu mengatakan bahwa Putri Arum akan kembali sadar jika diberi minum air gunung yang berasal dari batu cadas.
Beberapa penduduk langsung mencari sumber air itu. Sesaat, setelah meminum air yang berasal dari batu cadas, Putri Arum langsung sadarkan diri. Setelah kejadian itu, ia dikenal sebagai Putri Cadasari.
Sementara itu, Ki Pande sibuk membuat sebuah gelang yang akan digunakan untuk menghancurkan Pangeran Cunihin. Gelang tersebut dibuat sebesar batu keramat dan akan diletakkan tepat pada lubangnya. Jika Pangeran Cunihin melewatinya, seluruh kesaktiannya akan hilang.
Saat yang ditunggu-tunggu telah tiba. Pangeran Cunihin yang sangat sakti mengetahui keberadaan Putri Cadasari di tempat tinggal Ki Pande. Pangeran Cunihin langsung menagih janjinya untuk menikahi Putri Cadasari.
Putri Cadasari mengajukan persyaratannya kepada Pangeran Cunihin. Dengan sombong, Pangeran Cunihin menyanggupi persyaratan itu. Belum sampai tiga hari, batu keramat berlubang itu telah siap dan sudah diletakkan di pesisir pantai.
Putri Cadasari sangat gelisah karena Pangeran Cunihin dengan mudah menyelesaikan persyaratan yang ia ajukan. Ki Pande lalu menyuruh Putri Cadasari agar meminta Pangeran Cunihin untuk melewati lubang di batu keramat. Ki Pande telah meletakkan gelang saktinya pada lubang batu itu.
Pangeran Cunihin melakukan apa yang diminta oleh Putri Cadasari. Setelah melewati lubang di batu keramat itu, seluruh kekuatan dan kesaktian Pangeran Cunihin langsung hilang. Tiba-tiba, ia berubah menjadi seorang lelaki tua.
Bersamaan dengan itu, Ki Pande juga berubah menjadi seorang lelaki tampan.
Putri Cadasari bingung melihat kejadian itu.
Ki Pande lalu menjelaskan, “Tuan Putri, sesungguhnya aku adalah seorang pangeran yang dikutuk oleh Pangeran Cunihin. Dahulu, kami bersahabat. Namun, Pangeran Cunihin menjadi jahat setelah mendapatkan kesaktian dari seorang guru. Ia lalu mencuri kesaktianku dan mengubahku menjadi seorang lelaki tua.
Kesaktianku akan kembali jika Pangeran Cunihin melewati gelang buatanku yang diletakkan pada batu keramat.”
Putri Cadasari sangat berterima kasih kepada Pangeran Pande Gelang karena telah menyelamatkannya. Singkat cerita, mereka akhirnya menikah dan hidup bahagia selamanya.
Tempat Pangeran Cunihin menemukan batu keramat itu kini bernama Kramatwatu. Dan batu keramat yang telah berlubang itu dinamakan Karang Bolong.
Bukit Manggis yang dijadikan tempat bagi Putri Cadasari untuk menenangkan diri dinamakan Kampung Pasir Manggu. Nama itu berasal dari bahasa Sunda manggu yang artinya manggis dan pasir yang artinya bukit.
Sedangkan tempat Putri Cadasari disadarkan dari pingsannya dinamakan Cadasari. Cadasari terletak di daerah Pandeglang, tempat Pangeran Pande Gelang membuat gelang.
Versi lainnya lagi
Kisah Pandeglang menurut Juru Kunci Makam Kibuyut Papak ,Tubagus Mohammad Rafiudin demikian ia menyebut nama dirinya.
Ia menjelaskan bahwa dirinya sudah menjadi kuncen atau juru kunci dimakam ini sejak 9 tahun yang lalu. Sebelumnya tugas mengurus makam ini dipegang oleh kakeknya Abdul Rojak yang kemudian diteruskan oleh Abdul Jawad, dan sekarang dirinyalah yang menjadi kuncen di makam ini.
Kibuyut Papak menurutnya mempunyai nama lengkap Raden Purba Jaksa Papak Agung Medang Singa Jaya Gumelar adalah murid dari Syekh Abdul Jabar yang makamnya terletak di Jalan AMD sekarang . “Untuk mengetahui siapa tokoh Kibuyut Papak, harus menceritakannya dari awal, sehingga akan nampak keterkaitannya dengan nama Pandeglang yang sekarang digunakan untuk daerah ini” lanjutnya.
————————————————————
Sebelum membaca kisah ini, perlu jelaskan bahwa kisah ini hanyalah merupakan cerita yang disampaikan oleh Sang Kuncen atau Juru Kunci yang mungkin akan jauh dari Fakta Sejarah. Oleh karena itu, perlu mengingatkan bahwa kisah ini adalah hanya sekedar mitos dan legenda yang dipercaya oleh masyarakat, Bukan Fakta Sejarah yang didukung oleh bukti-bukti sejarah.
————————————————————
Konon di Pandeglang terdapat sepasang suami istri yang memiliki kesaktian yang luar biasa. Kedua orang tersebut adalah Ki Jagur dan Nyi Amuk, saking saktinya kedua orang ini, sehingga menarik perhatian Sultan Hasanudin yang saat itu menjabat sebagai Sultan Banten untuk meng-Islamkan mereka. “Saking saktinya orang ini, akhirnya Sultan Hasanudin pun meminta bantuan bapaknya Syarif Hidayatullah. Akhirnya dibantu dengan Syarif Hidayatullah, ia dapat menandingi kesaktian suami istri tersebut, akibat tidak tahan dengan perlawanan yang diberikan Sultan Hasanudin, kedua orang tersebut menyingkir dan kabur ke daerah Pantai Carita sekarang” .
Tahun berganti tahun, akhirnya kekuasaan Kesultanan Banten pun semakin terjaga. Saat Banten akan diserang oleh Belanda, tiba-tiba dari arah Barat Kesultanan Banten terdengar dentuman keras yang berbunyi secara terus menerus. Sultan yang saat itu mendengar suara tersebut awalnya mengira Belanda telah memulai serangannya. Tapi berdasarkan keterangan penasehat-penasehatnya, mereka mengatakan bahwa Belanda tidak akan mungkin menyerang Kesultanan Banten dari Pantai Carita, ini terlalu jauh ujarnya.
Akhirnya Sultan Hasanudin menugaskan beberapa orang kepercayaannya untuk menyelidiki suara apakah itu. Maka berangkatlah utusan-utusan sultan ini kearah Carita, ketika sampai ditempat itu, rombongan terkaget-kaget karena suara yang menghasilkan suara dentuman yang sangat keras ini, ternyata berasal dari sebuah

sejarah banten

Sejarah Singkat Kerajaan Banten


Dasar-dasar Kerajaan Banten diletakkan oleh Hasanuddin (putra Fatahillah) dan mencapai kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa. Perkembangan Kerajaan Banten yang demikian pesat, tidak lepas dari posisi dan letaknya yang strategis di sekitar Selat Sunda.

Secara geografis, Kerajaan Banten terletak di daerah Jawa Barat bagian utara. Kerajaan Banten menjadi penguasa jalur pelayaran dan perdagangan yang melalui Selat Sunda. Dengan posisi yang strategis Kerajaan Banten berkembang menjadi sebuah kerajaan besar di Jawa Barat dan bahkan menjadi saingan berat VOC (Belanda) yang berkedudukan di Batavia.

Kehidupan Politik
Berkembangnya Kerajaan Banten, tidak dapat dipisahkan dari peranan

raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Banten.

Raja Hasanuddin Setelah Banten di islamkan oleh Fatahillah, daerah Banten

diserahkan kepada putranya yang bernama Hasanuddin. la memerintah Banten dari tahun 1552-1570 M. Dengan meletakkan dasar-dasar pemerintahan, Kerajaan Banten dan mengangkat dirinya sebagai raja pertama. Pada masa pemerintahannya, agama Islam dan kekuasaan Kerajaan Banten berkembang cukup pesat.

Raja Hasanuddin, juga memperluas wilayah kekuasaannya ke Lampung. Dengan menduduki daerah Lampung, Kerajaan Banten merupakan penguasa tunggal jalur lalu lintas pelayaran-perdagangan Selat Sunda, sehingga Kerajaan Banten. Kerajaan Banten mencapai puncak kejayaannya pada masa Sultan Ageng setiap pedagang yang melewati Selat Tirtayasa. Letak Kerajaan Banten sangat strategis karena berada

Sunda diwajibkan untuk melakukan di Selat Sunda yang bertambah ramai setelah dikuasainya Selat kegiatannya di Bandar Banten.

Raja Hasanuddin kawin dengan putri Raja Indrapura. Bahkan Raja Indra-pura menyerahkan tanahSelebar yang banyak menghasilkan lada kepadanya. Di bawah pemerintahan Raja Hasanuddin, Kerajaan Banten banyak di-kunjungi oleh saudagar-saudagar dari Gujarat, Persia, Cina, Turki, Pegu (Burma Selatan), dan Keling.

Panembahan Yusuf Setelah Raja Hasanuddin wafat tahun 1570 M, putranya yang bergelar Panembahan Yusuf menjadi raja Banten berikutnya. la berupaya untuk memajukan pertanian dan pengairan. la juga berusaha untuk memperluas wilayah kekuasaan kerajaannya. Langkah-langkah yang ditempuhnya antara lain, merebut Pakuan pada tahun 1579 M. Dalam pertempuran tersebut, raja Pakuan yang bernama Prabu Sedah tewas. Kerajaan Pajajaran yang merupakan benteng terakhir Kerajaan Hindu di Jawa Barat berhasil dikuasainya. Setelah 10 tahun memerintah, Panembahan Yusuf wafat akibat sakit keras yang dideritanya.

Maulana Muhammad Ketika Panembahan Yusuf sedang sakit, saudaranya yang bernama Pangeran Jepara datang ke Banten. Ternyata Pangeran Jepara yang dididik oleh Ratu Kali Nyamat ingin menduduki Kerajaan Banten. Tetapi mangkubumi Kerajaan Banten dan pejabat-pejabat lainnya tidak menyetujuinya. Mereka mengangkat putra Panembahan Yusuf yang baru berumur sembilan tahun bernama Maulana Muhammad menjadi raja Banten dengan gelar Kanjeng Ratu Banten. Mangkubumi menjadi wali raja. Mangkubumi menjalankan seluruh aktivitas pemerintahan kerajaan sampai rajanya siap untuk memerintah.

Pada tahun 1596 M Kanjeng Ratu Banten memimpin pasukan Kerajaan Banten untuk menyerang Palembang. Tujuannya untuk menduduki bandar-bandar dagang yang terletak di tepi Selat Malaka agar bisa dijadikan tempat untuk mengumpulkan lada dan hasil bumi lainnya dari Sumatera. Palembang akan dikuasainya, tetapi tidak berhasil, malah Kanjeng Ratu Banten tertembak dan akhirnya wafat. Tahta kerajaan kemudian berpindah kepada putranya yang baru berumur lima bulan yang bernama Abu'Mufakir.

Abu'Mufakir Abu'Mufakir dibantu oleh wali kerajaan yang bernama Jayanegara. Akan tetapi, ia sangat dipengaruhi oleh pengasuh pangeran yang bernama Nyai Emban Rangkung.

Pada tahun 1596 M itu juga untuk pertama kalinya orang Belanda tiba di Indonesia di bawah pimpinan Comelis de Houtman. Mereka berlabuh di pelabuhan Banten. Tujuan awal mereka datang ke Indonesia adalah untuk membeli rempah-rempah.

Sultan Ageng Tirtayasa Setelah wafat, Abul Mufakir digantikan oleh putranya dengan gelar Sultan Abu Ma'ali Ahmad Rahmatullah. Akan tetapi berita tentang pemerintahan sultan ini tidak dapat diketahui dengan jelas. Setelah Sultan Abu Ma'ali wafat, ia digantikan oleh putranya yang bergelar Sultan Ageng Tirtayasa. Ia memerintah Banten dari tahun 1651-1692 M.

Di bawah pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, Kerajaan Banten mencapai masa kejayaan. Sultan Ageng Tirtayasa berupaya memperluas ke¬rajaannya dan mengusir Belanda dari Batavia. Banten mendukung perlawan-an Kerajaan Mataram terhadap Belanda di Batavia. Kegagalan Kerajaan Mataram tidak mengurangi semangat Sultan Ageng untuk mencapai cita-citanya.

Sultan Ageng Tirtayasa memajukan aktivitas perdagangan agar dapat bersaing dengan Belanda di Batavia. Di samping itu. Sultan Ageng Tirtayasa memerintahkan kepada pasukan Kerajaan Banten untuk mengadakan perampokan terhadap Belanda di Batavia, sedangkan perkebunan tebu milik Belanda di sebelah barat Ciangke dirusak oleh orang-orang Banten. Gerakan yang dilakukan oleh orang-orang Banten atas perintah Sultan Ageng Tirtayasa membuat Belanda kewalahan menghadapinya.

Pada tahun 1671 M Sultan Ageng Tirtayasa mengangkat putra mahkota menjadi raja pembantu dengan gelar Sultan Abdul Kahar. Sejak saat itu Sultan Ageng Tirtayasa beristirahat di Tirtayasa/ tetapi ia tidak melepaskan pemerintahan seluruhnya. Pada tahun 1674 M, Sultan Abdul Kahar berangkat ke Mekkah dan setelah mengunjungi Turki ia kembali ke Banten (1676 M). Sejak saat itu ia lebih dikenal dengan sebutan Sultan Haji.

Ketika memerintah Kerajaan Banten, Sultan Haji menjalin hubungan baik dengan Belanda. Ternyata hubungan ini dijadikan kesempatan yang bagus oleh Belanda untuk memasuki Kerajaan Banten. Melihat terjalinnya hubungan antara Sultan Haji dengan Belanda, Sultan Ageng Tirtayasa menarik kembali tahta kerajaan dari tangan Sultan Haji. Namun Sultan Haji tetap mempertahankan tahta kerajaannya, sehingga terjadi perang saudara di Kerajaan Banten antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan putranya Sultan Haji yang mendapat bantuan Belanda. Sultan Ageng Tirtayasa berhasil ditangkap dan dipenjarakan di Batavia hingga wafat tahun 1692 M.

Kemenangan Sultan Haji merupakan kehancuran Kerajaan Banten, karena selanjutnya Kerajaan Banten berada di bawah pengawasan pihak Belanda. Dengan demikian. Sultan Haji hanyalah sebagai lambang belaka (raja boneka) dalam pemerintahan Kerajaan Banten, karena seluruh kekuasaan diatur oleh Belanda.

si pitung

Dalam legenda para pendekar, Pitung selalu menjadi icon yang kuat di Jakarta. Keberadaanya menjadikan sejarah batavia ini menjadi sangat segar dan penuh tantangan. Pitung ini memiliki ilmu kanuragan yang tinggi. Ilmu yang dimilikinya dan menjadi legenda hingga saat ini adalah ilmu rawa rontek.

Ya Si Pitung punya ilmu yang luar biasa. Ilmu rawe rontek yang terkenal dan melegenda karena konon di miliki oleh Si Pitung yang katanya dapat menyerap energi lawan-lawannya hingga seolah-olah dia menjadi dapat menghilang.


Menurut cerita orang, karena ilmu rawe rontek ini Pitung tidak menikah. Sehingga ia tetap membujang hingga akhir hayatnya (di perkirakan umurnya 40 tahun).

Rawe rontek yang arti bahasanya adalah "Kepala Putus", konon dapat membuat pemiliknya menjadi kebal dari senjata tajam, senjata api, racun ataupun santet/sihir. Tetapi lama kelamaan seseorang yang memiliki ilmu rawe rontek akan cepat emosi dan selalu berbuat kejahatan dan anarkis. Hal ini dikarenakan sel-sel tubuh pemilik rawe rontek dipengaruhi oleh jin jahat yang bersemayam.

Terdapat beberapa tingkatan pada ilmu rawe rontek. Pada tingkat rendah jin hanya bersemayam di aura pemiliknya dan menjadikan dia tahan pukulan dan bacokan.

Tingkat menengah jin sudah menempel di kulit pemilik. Kulit akan terasa keras seperti batu karang. Senjata api dapat tertahan di tingkatan ini.

Selanjutnya di tingakatan tinggi. Jin sudah memasuki sel-sel tubuh. Sehingga mampu membangkitkan energi tenaga dalam, dan mampu merekayasa percepatan regenerasi sel di dalam tubuh. Oleh karena kerusakan pada sel tubuhnya akan terus beregenerasi dengan cepat maka pemilik ajian rawe rontek biasanya memiliki umur yang panjang.

Tidak banyak orang yang bisa menguasai ilmu rawe rontek. Sebab untuk memperoleh ilmu ini bukan hal yang gampang. Harus melewati ritual yang berat untuk menguasai ajian ini. Dan harus pula dibarengi dengan keyakinan yang penuh. Terdapat repalan khusus dan kesedian berpuasa 40 hari dan ketentuan-ketentuan lainnya.

http://fc01.deviantart.net/fs13/f/2007/001/f/4/___Si_Pitung____by_F4iS4L.jpg

Ada juga cerita bagi yang memiliki ilmu rawe rontek apabila anggota badannya terputus maka akan segera tersambung lagi. Dan untuk mensiasati hal ini adalah dengan membakar atau menyangkutkan bagian-bagian tubuhnya di atas pohon atau genteng rumah, sehingga tidak menyentuh tanah.

Ilmu rawe rontek tidak dapat diturunkan maka seseorang harus berusaha sendiri untuk menguasainya.

Ajian Pancasona merupakan ajian sejenis dengan rawe rontek, yang melindungi badan dari terluka. Bila kena senjata maka luka akan hilang tanpa bekas. Dan apabila terputus salah satu anggota badannya akan tersambung kembali tanpa bekas.

Boleh disebut ajian ini adalah ajian rawa rontek yang sudah di putihkan alirannya. Dari sumber yang di dapat, untuk menguasai ilmu ajian pancasona lebih susah dibandingkan dengan ajian rawe rontek. Terdapat repalan khusus dan kesediaan berpuasa senin kamis selama 7 bulan dan 3 hari kemudian di lanjutkan dengan puasa 40 hari berturut-turut dan tidak tidur 24 jam dalam keadaan bersih.

ternyata samson adalah nabi

Ternyata Samson adalah Seorang Nabi / Kisah Nabi Sam'un Ghozi AS (Samson)

Siapa yang tidak kenal Samson? Pria perkasa yang mempunyai kekuatan luar biasa.
Tapi siapa sangka kalo ternyata Samson adalah seorang muslim. Bahkan dia adalah salah seorang Nabi

Cerita ini saya dapatkan pada sebuah kajian rutin Shirah Nabawiyah di Masjid Daarut Tauhiid Jakarta.
Menurut Ustadz yang menceritakan, kisah ini ada pada kitab Qishashul Anbiyaa.

Pernah Rasulullah SAW tesenyum sendiri, lalu ditanya oleh sahabat beliau:
"apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah?"
Rasul SAW menjawab: "diperlihatkan kepadaku hari akhir ketika seluruh manusia dikumpulkan di padang mahsyar, ada seorang Nabi dengan membawa pedang yang tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam syurga. dialah Sam'un".


Seperti yang diketahui di dalam ajaran Islam, bahwa jumlah nabi menurut hadits yaitu 124 ribu orang, dan rasul berjumlah 312 orang, sesuai rukun iman ke-4 di dalam rukun iman diwajibkan untuk mengetahui 25 orang nabi dan rasul.


Dari Abi Zar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda ketika ditanya tentang jumlah para nabi, "Jumlah para nabi itu adalah seratus dua puluh empat ribu (124.000) nabi." "Lalu berapa jumlah Rasul di antara mereka?" Beliau menjawab, "Tiga ratus dua belas (312)." (Hadits riwayat At-Turmuzy)


Samson atau Simson, merupakan seorang nabi di dalam ajaran islam yang dikenal dengan nama Nabi Sam'un Ghozi AS. Kisah nabi ini, terdapat di dalam kitab-kitab, seperti kitab Muqasyafatul Qulub dan kitab Qishashul Anbiyaa.

Nabi Sam'un Ghozi AS memiliki kemukjizatan, yaitu dapat melunakkan besi, dan dapat merobohkan istana. Cerita Nabi Sam'un Ghozi AS adalah kisah Israiliyat yang diceritakan turun-temurun di jazirah Arab. Cerita ini melegenda jauh sebelum Rasulullah lahir.

Dari kitab Muqasyafatul Qulub karangan al Ghazali, diceritakan bahwa Rasulullah berkumpul bersama para sahabat dibulan Suci Ramadhan. Kemudian Rasulullah bercerita tentang seorang Nabi bernama Sam'un Ghozi AS, beliau adalah Nabi dari Bani Israil yang diutus di tanah Romawi.

Dikisahkan Nabi Sam'un Ghozi AS berperang melawan bangsa yang menentang Ketuhanan Allah SWT. Ketangguhan dan keperkasaan Nabi Sam'un dipergunakan untuk menentang penguasa kaum kafirin saat itu, yakni raja Israil.




Akhirnya sang raja Israil mencari jalan untuk menundukkan Nabi Sam'un. Berbagai upaya pun dilakukan olehnya, sehingga akhirnya atas nasehat para penasehatnya diumumkanlah, barang siapa yang dapat menangkap Sam'un Ghozi, akan mendapat hadiah emas dan permata yang berlimpah.

Singkat cerita Nabi Sam'un Ghozi AS terpedaya oleh isterinya. Karena sayangnya dan cintanya kepada isterinya, nabi Sam'un berkata kepada isterinya, "Jika kau ingin mendapatkanku dalam keadaan tak berdaya, maka ikatlah aku dengan potongan rambutku."

Akhirnya Nabi Sam'um Ghozi AS diikat oleh istrinya saat ia tertidur, lalu dia dibawa ke hadapan sang raja. Beliau disiksa dengan dibutakan kedua matanya dan diikat serta dipertontonkan di istana raja.

Karena diperlakukan yang sedemikian hebatnya, Nabi Sam'un Ghozi AS berdoa kepada Allah SWT. Beliau berdoa dengan dimulai dengan bertaubat, kemudian memohon pertolongan atas kebesaran Allah.

Do'a Nabi Sam'un dikabulkan, dan istana raja bersama seluruh masyarakatnya hancur beserta isteri dan para kerabat yang mengkhianatinya. Kemudian nabi bersumpah kepada Allah SWT, akan menebus semua dosa-dosanya dengan berjuang menumpas semua kebathilan dan kekufuran yang lamanya 1000 bulan tanpa henti. Semua itu atas Hidayah dari Allah SWT.

Ketika Rasulullah selesai menceritakan cerita Nabi Sam'un Ghozi AS yang berjuang fisabilillah selama 1000 bulan, salah satu sahabat nabi berkata : "Ya Rasulullah, kami ingin juga beribadah seperti nabiyullah Sam'un Ghozi AS. Kemudian Rasulullah SAW, diam sejenak.

Kemudian Malaikat Jibril AS datang dan mewahyukan kepada beliau, bahwa pada bulan Ramadhan ada sebuah malam, yang mana malam itu lebih baik daripada 1000 bulan.

Pada kitab Qishashul Anbiyaa, dikisahkan, bahwa Rasullah Muhammad SAW tesenyum sendiri, lalu bertanyalah salah seorang sahabatnya, "Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah?"

Rasullah menjawab, "Diperlihatkan kepadaku hari akhir ketika dimana seluruh manusia dikumpulkan di mahsyar. Semua Nabi dan Rasul berkumpul bersama umatnya masing-masing, masuk ke dalam surga. Ada salah seorang nabi yang dengan membawa pedang, yang tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam surga, dia adalah Sam'un."


Demikian kisah Nabi Sam'un Ghozi AS atau yang lebih dikenal dengan Samson atau Simson. Semoga dari kisah ini, dapat kita petik sebuah pelajaran di dalamnya.

Wassalam.

doraemon

asal usul doraemon dan sejarah
asal usul dan sejarah doraemon ,hai sobat!!!!!! kalian para penggemar film kartun ??? jika kalian para penggemar film katun , disini saya akan membahas tentang kartun. yang akan saya bahas adalah kartun doraemon,,, kartun ini adalah kartun yang paling banyak penggemarnya salah satunya aku!!! oh ya, jika kalian adalah penggemar doraemon, apakah kalian tahu asal usul doraemon?? nah, jika kalian belum mengetahui asal usulnya , maka kita akan membahasnya kali ini ,, yuk simak terus ya :
asal usul dan sejarah doraemon - pada awal doraemon diciptakan ia adalah robot kucing yang berwarna kuning dan mempunyai 2 telinga . setelah ia pertama kali diciptakan , ia adalah robot kucing satu satunya yang gagal dalam misinya,, tetapi ia tidak putus asa , tetapi, setelah sekian lama berjuang namun hasilnya nihil. sang kepala sekolah akhirnya memutuskan kalau doraemon disekolahkan di sekolah khusus , akhirnya setelah dikirim ke sekolah khusus ia bertemu dengan seorang kucing penari kucing penari itu bernama dorami yako. dan doraemon pun suka dengan dorami yako. pada saat kelulusan akademi, doraemon pun tampil di panggung yang disaksikan orang yang berada di seluruh penjuru dunia. pada saat tampil, ia tampil sebagai robot pengasuh. pada saat ingin selesai, tidak ada yang memilih doraemon . tapi tidak lama kemudian ada seorang bayi yang memilih doraemon. dan doraemon pun lulus dari akademi robot. dan setelah ia lulus , ia pun dikirim kerumah bayi yang memilih doraemon .
bayi itu bernama SEWASHI ,ia pun merawat SEWASHI hingga besar. pada saat SEWASHI ingin membuat patung doraemon karna kesusahan ia pun meminta robot tikus untuk memperbaiki telinga patung doraemon. karna salah pengarahan akhirnya si robot tikus ini menggigit telinga si doraemon . doraemon pun di bawa ke rumah sakit. ia pun dibotak dan pada saat ia sedang operasi , dorami yako datang kerumah sakit. ia pun terkejut dengan keadaan doraemon yang botak itu ia pun tertawa terbahak bahak. doraemon pun sedih. karna kesedihanya yang terus memerus, kulitnya pun terkelupas sehinggga menjadi warna biru,. dan akhirnya ia bertemu dengan SEWASHI . lalu setelah itu ia merayakan atas kembalinya doraemon. dan setelah itu , doraemon pun dikirim ke kakek buyutnya SEWASHI yaitu nobita untuk memperbaiki kehidupanya. dan itu adalah asal usul dan sejarah doraemon.

katanya galau

Karena hanya dia yang bisa membuatku hdup .. di saat hatii ini serasa mati .. bayangkan apabila dia menjauhiku .. sumpah aku tak ingin itu terjadi kepadaku ..
Kesetianku dikalahkan oleh rasa ketidaksabaran kau terhadap diriku. Oh god I'm so dizzy.
Aku butuh pagi setelah gelap hari Aku butuh tempat untuk kudiami, ,Aku butuh tersenyum setelah bersedih, Aku butuh hati untuk disayangi.
Selemah-lemahnya pacar adalah pacar yang hilang di malam mingguan
Jika kini kita sudah tak bersma..
Aku akan slalu tersenyum akan hadirmu..
Tpi hati ini akan terluka kmbli jika kau bersama yang lain..:((
Jika waktu tak mampu lagi mengajariku melupakanmu,
lalu, dengan apa lagi Tuhan menguji kesetiaanku.
Aku tidak berharap untuk menjadi aku terpenting dihidupmu . Karena itu merupakan permintaan yang terbesar bagiku .
Aku hanya berharap suatu saat nanti , jika kau melihat aku.
Kau akan tersenyum dan berkata "Dialah orang yang selalu menyayangiku
hujan datang menyrbu dingn datg padku ak syang pdamu,tpi kamu gk syang Kepadaku.
Kelak, bukan aku yang akan kamu rindukan,
tapi hatiku, rumah ternyaman yang pernah dihuni oleh cintamu.
Untuk kamu yg kuw maksud,,
Makasih udah ngukir nama kamu d'hatiku :)
makasih juga udah buat cerita indah dalam bingkai kehidupan kuw,,
>I'll Miss You
Seandainya kita masih pacaran...
mungkin aku adalah wanita paling bahagia di dunia ini...
.. Pernah ku sekali ingin berlari dan menghapus semua tentangmu dari hidupku. Tapi ku katakan juga untuk kesekian kali, aku berserah dan akui !! Aku tak bisa tanpamu. Aku ingin merajut bahagia walau semu adanya, Dan biarkan aku menjadi bahagia dengan caraku sendiri..
Ini kelak akan jadi cerita, tertutup rapat. Hanya kamu dan aku CUKUP !!
Yang membuat kita sedih adalah,,
melihat orang yang kita sayangi menyayangi orang lain..
tapi ada hal yang lebih menyedihkan adalah,,
melihat orang yang kita sayangi pura-pura menyayangi kita, hanya untuk buat kita tersenyum..<(@_@)>
Walaupun aku ga bisa jadi pensil untuk menggambar kebahagiaanmu
Tapi aku bisa ko jadi pengahapus untuk menghapus semua kesedihan kamu :D
Baru kemaren kita sama sama ,
sekarang lu udah sama orang lain aja :(
Oke sudah Cukup Kata Galaunya dan jangan banyak-banyak kata Galau sebab bisa membuat anda tambah Galau.
Pesan untuk semua yang sedang mengalami kegalauan dan semoga Kata-kata dibawah ini menjadi obat bagi anda.
Jangan terlalu larut dalam kegalauan ...
karena itu dapat menyiksamu..
yang harus kamu lakukan berusahalah agar bisa bangkit dari rasa itu...
yakinlah bahwa semua itu akan berakhir ...
tak ada yang tak mungkin selama drimu yakin....